Feed on
Posts
comments

 There are times when we have a complicated feelings, mixed up between happiness, sorrow, uncomfortable and just ok, and so on and at the end its actually may be coz we are oversensitive on things or to others. There are people to whom we should be caring and spend some time with them, and there are many others where we should only see from a distance, some perhaps we can give some time and just talk by phone or from a distance, very few that we should spent the rest of our life together and included in the priority list of our lives.

I believe you know who they are and not necessarily named those people one by one.

For those who should be close to you, no matter how hard you are trying to run away, there is always ways or conditioned that will make you to be with them, and some call it as faith, some call those as path of life. Similarly, those who should be in a distance to us, in anyway will be in a distance and one way or the other, there will be a way, conditioned that will make them away from us, from you may be and also from me… its a faith may be, its a process of life maybe or its Karma - some says….

If you understand these process in complete, you will have no worries, you will have no sadness, but perhaps sometimes we do need to talk or share about it, just to ensure we are in the right path….. thats all, i guess :)

261207

 There are times when you know that something or some one is for you and some how you know what it will be or at least you feel that will be and you choose not to choose, instead you choose something or some one else.

 

Sometimes you pick the right choice and sometimes you don’t, and if you do pick the right choices and you understand the process how you select those choices, it means you can know those before its actually happened, a de ja vu? Or perhaps its part of the indigo ability they say, but every one experience it and so every one is indigo.. so what’s the cool of being indigo….. coz every one is and if you really an indigo, more sadness you will face than happiness and you know what others don’t , that’s what they said…

 

But the truth is, .. its about what you choose in life.., its not about being an indigo or insane…its about making choices.. so make the right one, starting now.

 

271107

See what you can get

Sunrise30001

If you think than you will be sad

If you accept and realized

Than, where is the sadness….

Its not about what you can get

Its not about what you deserve to get

Its not about what you want to get

But…

Its about what you have to go through

Its about what is coming to you

Its about what you need to do

At this stage, not what tomorrow is ..

Do the best and be humble

Be careful and be full conscious

And see what you can get

:)

051107

Feel the truth inside

Benangsari_1 In everyday life, we often very easy and fast to conclude something, just based on what we know and experience, based on our own interpretation, and sometimes it is do correct or it is match with that it really is, but often it is not. So to say, what we conclude is very far away from the real fact or the real situation… in short, we need to learn to listen, to read, be a good observer and than we finally can see the real story behind what we see, hear or even experience and we can really know what the real thing is, what the real message is, and what lesson that you are getting from those, .. and so on…..

Meditation is actually the lesson to observe, to watch, to see and to grab the true understanding of life and the process is not really a secret, is just one need to be patient and willing to observe, to see things as it is, not as what you wanted it to be, or as what you are expected it to be… only through that, than you can see the truth… :)

Yes, see the truth, feel it inside, feel the truth inside.

041107

Friends from the past

Dsc_8572_2_1 We are not human being experiancing spiritual life, but we are spiritual being experiancing human life…..

I had forgot who wrote those words for the first time, but i guess the escence of those was there since the existence of human being and so none can claim as theirs words, his or hers words and also, one who can really understand the true and deepest meaning of those, will not bother to be known or not as the person who said it for the first time.

When you look into you hearth and you can feel and see with it, you will be amaze with the beauty and uniqueness of life…. If you can observe and see each moment of your life and re open those again after ten years, than you can feel, experience and see the difference. Somehow you can realized that what you are today was the reflection of what you are ten years ago, five years ago or may be one year ago,… and so on.

If you realized this, than you can understand what will you be in the next one year, five or ten years from now, and perhaps if you are gifted enough, you will be able to know what others will be for the future…..

Cheers my friend from the past, wish you a cheerful and happy life…

031107

Cheers and good night

Spend sometimes to meet your hearth in the night, a soft and slow music will do the help and the mellow one will help you to get into the emptiness inside… feel it and see what can you find in there…

Take the breath bit more slowly and feel it again…. you see.. we are alone at the end but we are not lonely, and when you can realised that.. than, you can take your night sleep.

Cheers and good night.

311007

Soal waktu saja

Angin malam yang hangat berhembus di depan rumah

Menyapu dedaunan bambu dan seisi taman kecilku

Termasuk juga mobil-mobil yang parkir di jalanan itu

Aku duduk di kamar sejuk berpendingin

Sisanya pada terlelap dalam mimpi

Aku juga sedang bermimpi dan menuju bangun darinya

Namun, banyak cerita dan lakon mimpi yang mengajakku untuk terus

Bermimpi dan menyelesaikan ceritanya

Satu dua ingin mengajakku bangun tidur

Tiga empat dan  lima ingin ku tetap terlelap tidur

Banyak lagi yang ingin ikut menikmati mimpi

Bermain dan bercanda di dalamnya

Aku sekedar menunggu angin malam bertiup pergi

Menunggu datangnya pagi dan giliranku pergi

Itu kan datang, hanya soal waktu saja.

161007

jadi lupa deh….

Mengingat dan mengafalkan banyak data baik angka, gambar dll dll itu merupakan keahlian yang tidak tertandingi dari komputer yang paling canggih di muka bumi ini, yaitu otak manusia, tapi tentu bukan otak semua manusia sih, walaupun dengan pelatihan yang baik, hampir tidak ada manusia yang tidak bisa mengingat cukup banyak data dan informasi sepanjang usianya yang sekitar 50 - 100 tahun, dan memang dalam batas-batas tertentu akan banyak manusia yang kalah oleh kemampuan komputer dalam mengingat detail dan kelengkapan informasi, namun kalau diadu dan diukur dengan segala kompleksitasnya dan tentu saja cuma dikasi nasi dan lauk pauk doang, komputer paling canggih pun sulit untuk ngelawan manusia, coba saja anda kasi minum susu ato teh tuh komputer, dijamin akan KO lah dia dan anda musti beli yang baru hehehehe… kalau saran ini anda jalankan, anda jangan nyari saya yah…

Apa sih yang membedakan komputer dan anda serta saya, selain kita bisa dikasi air dan makanan, sedangkan si compie musti minum listrik dan makan listrik????

Ya, anda tentu bisa menuliskan banyak hal dan daftarnya bisa panjang sampai ke jagad sana, namun, ada satu hal yang mungkin akan sulit untuk bisa dilakukan oleh si komputer, kemampuan untuk memahami dan melihat maksud dari seseorang dalam melakukan atau menuliskan sesuatu… melihat yang tersirat dari yang tersurat.

Kemampuan ini akan berkembang seiring dengan berkembangnya kematangan atau kedewasaan seseorang dan di dalamnya terdapat kesabaran dan kejernihan hati untuk melihat. Ketika kemampuan itu berkembang, akan sedikit hal yang tidak bisa anda pahami dan yang menjadi keindahan dari kemampuan itu adalah anda akan bisa juga melihat orang-orang yang juga telah mampu untuk memahami, walaupun memang kemampuan memahami mereka belum tentu anda bisa ukur atau pahami sejauh mana, sedalam apa, hanya anda tahu kalau mereka juga paham dan bisa menemukan makna yang tersirat dari yang tersurat, sama seperti anda….

Kalau anda masih ingin memaksa bertanya, apa indikator kedalaman pemahaman itu atau ketajaman pemahamannya, tidak sulit juga, hanya anda musti sudah mampu memahami dan punya kesabaran yang cukup untuk itu dan bisa mendengarkan suara hati anda…. lalu sedalam apa dong… ya…. coba lah anda dengar eh cari lagu yang menyanyikan bait… sedalam hatinya setulus jiwanya…. kalau nemu, nah, tanya lah ke pengarang lagu itu hehehe dia tentu bisa menjawab.. saya sih udah ngantuk, jadi lupa deh….

dini hari 130807

http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/message/451

Saya pernah membaca di salah artikel di majalah yang cukup terkenal di negeri ini yang menuliskan bahwa dengan berpelukan selama minimal lima menit setiap hari anda akan bisa mengurangi resiko kena filek dan bahkan membantu penyembunan si filek itu, katanya, ini hasil penelitian dari para ahli di negeri paman Sam sana… yaa, mungkin begitu hasil survey mereka, tapi entahlah di sini hehehe.

Di awal-awal pernikahan, mungkin pelukan lebih dari lima menit ini tentu masih sering anda lakukan dan tentu dengan rasa nikmat dan senang yang luar biasa, namun coba ketika usia pernikahan anda mulai 2 tahun, 3 tahun dan sepuluh tahun, anda amati sendiri, apakah masih senikmat dan semesra dulu??? hehehe . Masih bergairah atau menggairahkan??

Anda tidak perlu japri untuk menjawab pertanyaan saya di atas loh.. itu rahasia dapur eh rumah tangga anda sendiri….

Namun, aktivitas pelukan itu selain katanya bisa menyembuhkan flu, bisa juga menjadi indikator, seberapa kuatnya pernikahan anda dan seberapa baik dan manisnya hubungan antara anda dan pasangan anda. Memang hal ini tidaklah bisa berlaku buat orang-orang seumuran Papa dan Mama saya alias Ngkong dan Oma nya anak-anak, yang ada mereka akan tersipu malu kalau disuruh pelukan, boro-boro, gandengan tangan saja hampir tidak pernah.. hehehehe… ya, generasi mereka beda dengan anda dan saya, dengan kita…. entah karena sebagian besar masih dijodohkan atau soal budaya yang masih belum sedemikian terbukanya seperti sekarang dan anda bisa menemukan anak-anak muda berciuman di mall-mall atau plaza-pusat perbelanjaan.

Pelukan yang bisa menyembuhkan sakit flu itu sebetulnya bukan sekedar pelukan mesra, bukan pula pelukan erotis, tapi pelukan sayang yang tulus, di mana anda dan pasangan anda itu akan merasakan kehangatan dan sentuhan kulit pasangan anda, … ketulusan dan sayang dalam pelukan ini sedikit sekali atau tipis bedanya dengan pelukan anda kepada si bungsu - anak anda yang lagi sakit demam, ya, anak bungsu saya kalau lagi sakit pasti minta bobok dan dipeluk oleh saya, mamanya didorong, digusur nggak boleh dekat-dekat…. hehehehe…

Kalau kita mau main dokter-dokteran sedikit, pelukan yang baik dan benar

dengan pasangan anda itu akan menimbulkan rasa nyaman, relaks dan damai, hangat dan semua rasa-rasa ini akan menbuat tubuh anda itu rileks, tenang dan stabil secara psikologis, kondisi ini lalu bisa mendorong tubuh anda untuk beraktivitas dengan normal, membuat produksi hormon-hormon tubuh anda itu bekerja dengan baik, kelenjar-kelenjar anda bekerja dengan normal dan tentu ini akan sangat mendukung perbaikan sistem kekebalan tubuh anda yang dibutuhkan untuk melawan filek atau flu dan tentu saja penyakit-penyakit lainnya…… selain itu tentu penyakit cinta akan jauh-jauh dari anda dan pasangan karena anda memberikan pupuk dan obat yang tepat untuk pohon cinta anda dengannya….. jadi, marilah kita berpelukan dengan mesra… :)) dengan pasangan resmi sendiri-sendiri tentunya… hehehehe

120807

http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/message/450

Bukan pe er loh hahahaa.

Seorang sahabat ingin konsultasi dengan saya via japri dan baru hari ini dia bisa menuliskan pertanyaan yang ingin dia obrolkan dengan saya, kenapa saya katakan obrolkan, ya karena saya sebetulnya bukan konsultan profesional, yaa..  sekedar senang mengamati, suka membaca dan berbagi pengalaman saja maka saya katakan ngobrol bukan konsultasi, hehehee.

Sahabat itu jatuh hati dengan teman sekantornya dan beliau menyadari itu timbul semenjak istrinya mulai lebih memberikan perhatian ke pada anak-anak mereka dan mungkin hanya sedikit membagi perhatian ke si sahabat ini. Dan kejadian ini umum artinya, hampir semua pasangan rumah tangga pernah mengalami masa-masa di mana sang istri lebih memperhatikan dan merawat anak-anaknya dari pada melayani dan meladeni si suami.

Bagi para suami yang cukup bisa memaklumi ini dan komunikasi di antara keduanya itu terjalin baik, masalah seperti ini biasanya bisa diatasi dengan adegan ranjang yang asik dan mesra, sambil sharing, ngobrol dan seterusnya hehehehe… hanya memang butuh kedewasaan, kematangan dan selera humor yang cukup baik untuk bisa menjaga agar adegan ranjang yang mesra itu tidak malah berkembang menjadi pertengkaran kecil yang lalu membuat semuanya jadi bubhar dan basi, gitu loh!!! hehehehe.

Yang lebih banyak terjadi dalam kondisi seperti ini, para suami lalu memanfaatkan moment itu untuk menyibukkan diri dengan hobi baru, seperti saya dulu hobi main game, role playing game, ato hobi fotografi, atau hobi golf, dll dll, atau bahkan banyak juga yang lalu hobi memelihara lebih dari satu cem-ceman ato wil ato TTM gitu loh. Walaupun, kalau di balik bisa saja aktivitas-aktivitas hobi itu -selain punya cem-ceman, TTM , dll tentunya- itu tetap dilaksanakan dan hubungan dengan istri-istri tetap hangat dan baik dan tentu itu .

Sahabat itu seperti halnya para pria kebanyakan, masih mempertimbangkan dan menyayangi anak-anaknya, jadi dalam pemikirannya, pilihan untuk kembali ke istri itu masih ada dan dari obrolan si sahabat itu, mereka telah ngobrol bertiga-dia si cewek dan istri- dan sepertinya upaya untuk kembali ke istri itu telah dilakukan, hanya memang karena daya tarik si cewek itu lebih kuat, maka sahabat ini tetap mencoba membuka jalur komunikasi dengannya, dan lalu kisahnya kembali bergulir.

Kondisi mereka yang satu kantor, tentu menjadi salah satu faktor yang sangat memudahkan dalam berkomunikasi dan dalam soal cinta, komunikasi pasti merupakan faktor yang sangat menentukan, baik-buruknya komunikasi akan sangat menentukan perkembangan cinta di antara dua insan, dan di jaman yang sangat canggih ini alat komunikasi tentu sudah sangat luas dan mudah di dapat, jadi tentu masalahnya agak lebih sulit lagi hehehe.

Salah seorang guru saya pernah mengatakan bahwa dalam suatu hubungan antara pria-wanita, kita sebagai pria punya sesuatu yang membuat kita tertarik dengan wanita lain, entah itu parfumnya, cara berpakaiannya, suaranya dll atau imajinasi kita, maka untuk bisa mengendalikan hubungan dengan lawan jenis, mengetahui apa yang menjadi kelemahan kita atau menjadikan kita tertarik dengan wanita itu mestilah kita ketahui agar kita bisa menterapi diri kita sendiri dengan pasangan resmi kita. Kecuali memang anda itu seorang maestro atau seorang playboy yang mau meluangkan waktu untuk mengembara dari satu wanita-kewanita lain hehehehe.

Sampai di sini sudah ada dua jawaban untuk sahabat itu, pertama memang perlu dipikirkan untuk pindah kerja, bukan sekedar resign atau keluar. Carilah pekerjaan lain terlebih dahulu sebelum meninggalkan kantor anda atau kalau memang anda punya prospek karir yang baik ditempat itu, cobalah untuk mengarahkan hubungan anda dari cinta ke sayang sebagai seorang yang lebih dewasa, bukan cinta seksual-walaupun ini tidak mudah terlebih lagi saya tidak tahu apa yang sudah anda lakukan dan kontak emosional anda dengan dia sudah sejauh mana, hehehehehe.

Yang kedua, cobalah anda terbuka dengan istri dan katakan kenapa anda jadi tertarik untuk pindah ke lain hati. Anda mesti melakukan terapi pemutusan hubungan dengan wanita lain itu bersama-sama dengan istri anda, katakanlah ini semacam SOS tapi bukan save our soul tapi safe our ship hehehee selamatkanlah bahtera rumah tangga anda.

Saya sendiri bukannya tidak pernah tertarik dengan wanita lain dan bukannya tidak pernah juga merasa diterlantarkan oleh istri saya, pernah, bahkan cukup lama dan ada masanya di mana lalu saya membicarakan hal ini dengan istri saya dan lalu kita mengadakan perbaikan-perbaikan bersama. Istri saya pun tahu bahwa saya punya fans-fans wanita dalam kehidupan saya dan kami bersama-sama mencoba, tepatnya dia mengijinkan saya untuk memperbaiki hubungan kami.

Satu hal yang membuat saya termotivasi untuk tetap menjaga pernikahan kami selain dari adanya anak-anak, saya mencoba ingat dengan janji dan komitment saya ketika kami mau menikah dan saya tetap berniat untuk menemani dia sampai jadi nenek dan kakek, lalu saya punya sifat pemalas yang susah diobati dan ketika saya membayangkan proses perceraian, dan lalu proses nikah yang mesti akan dilalui lagi kalau saya menjalin hubungan dengan wanita lain, keinginan untuk melihat dan memindahkan hati ini ke wanita lain akan berkurang. Selain itu kemalasan saya yang lain adalah saya sudah merasa terlalu tua untuk mulai beradaptasi dengan wanita lain yang akan saya hadapi setiap pagi, setiap hari dari sisa hidup saya yang entah berapa lama lagi, dan itu yang tidak mudah bagi saya untuk mengubahnya.

Lalu apa yang kami - saya dan istri lakukan- untuk terapi saya hehehe, ya komunikasi di antara kami berdua kami coba perbaiki dan si yayank itu mencoba mengalokasikan waktu yang memadai untuk saya, memperbaiki penampilan dan performancenya hehehehee, selain itu saya juga ikut mengamati perkembangan anak-anak kami, lebih intens dan saya menyibukkan diri dengan hobi-hobi saya untuk hobi, bukan sekedar pelarian.

Nah, … itu yang bisa saya share semoga berguna, nanti kita ngobrol lagi.  Oh ya, sekedar tambahan, kalau saya mengatakan “kita para pria sering kali agak ke kanak-kanakan, termasuk saya hehehehe”, yang saya maksudkan adalah kita seringkali melihat permasalahan itu dari satu sisi saja, bahwa kita butuh ini-butuh itu dan seterusnya, karena kita seringkali lupa bahwa ketika kita menikah punya anak, kita semestinya melihat permasalahan itu dari sisi kita dan sisi istri dan anak-anak kita agar lalu kita bisa lebih sabar dan menahan diri, lebih bisa membuka diri dan membicarakan apa yang kita inginkan dan butuhkan secara terbuka dan sebaliknya mendengarkan juga apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh pasangan hidup kita.

Seorang sahabat lama saya di Bali, dalam usianya yang limapuluhan pada suatu hari mengakui ke saya bahwa belum lama dia baru menyadari fungsi dan kewajiban dia sebagai suami dalam suatu pernikahan, …. sudahkah kita menyadarinya juga??? hehehee semoga bisa menjadi renungan di akhir pekan… bukan pe er loh hahahaa.

Sori kalau agak kacau runutannya, tapi toh kita bisa ngobrol lagi… :))

100807

http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/message/449

« Newer Posts - Older Posts »