Quick sand
28, October, 2008 by sv
Melanjutkan tulisan saya yang berjudul ,” Blom tau juga? Ya, tanya dong!!!!”, dan ternyata sampai hari ini yang bertanya baru satu orang, itu pun setelah ditelusuri lebih lanjut, ybs adalah professional muda yang mungkin pengalamannya masih terbatas di dunia bisnis dan pekerjaan sehingga yang ditanya pun sesungguhnya bisa dijawab kalau ybs itu mau mencari tahu dengan membaca lebih lanjut, namun, ya, tetap patut dihargai perhatiannya dan keinginannya yang bertanya dari pada lalu pura-pura tahu dengan berdiam diri dan lalu tetaplah tidak tahu, atau, memang benar-benar tahu?? Semoga benar-benar tahu.
Bagi anda yang menyebut diri professional atau pekerja, maupun pelaku bisnis, informasi yang sangat hangat belakangan ini adalah soal bursa saham, pasar uang – valuta asing, tingkat suku bunga pinjaman dan pencarian pinjaman atau sumber modal lainnya, yang tentu semua tahu kalau keadaannya sangat tidak bisa diprediksi alias sedang mengalami El Nino dan kadang Katrina.
Salah satu tindakan yang diambil oleh banyak ornag saat ini adalah menunggu, dan banyak pula yang lalu panik dan melakukan terjun bebas alias “bunuh diri” dalam bentuk tindakan-tindakan drastis, entah itu menutup divisi usaha yang dianggap merugikan, mengurangi jumlah karyawan atau menunda investasi. Ini terutama terjadi pada perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor dan terutama sekali yang melakukan ekspansi usahanya dengan sumber modal-pendanaan- pinjaman, baik itu dari bank, obligasi ataupun dari penjualan sahamnya di bursa.
Tindakan panik itu sebetulnya tidak perlu dilakukan, kenapa, karena pengambilan keputusan dalam keadaan panik hamper tidak pernah alias jarang sekali menghasilkan keputusan yang benar dan baik. Dalam keadaan panik, yang sering terjadi justru adalah keputusan yang diambil salah, dan malah akan menjadikan keadaan makin memburuk.
Saya jadi ingat salah satu filmnya Keanu Reeves berjudul “The Replacements” di mana dia bermain dengan Gene Hackman dalam film itu yang berkisah tentang pemain American football kelas dua yang mesti menggantikan pemain utamanya karena satu dan lain hal (saya agak lupa detailnya), dan dalam salah satu adegannya sebelum pertandingan penentuan bagi teamnya Keanu, Gene bertanya (kira-kira begini),”Dalam permainan di lapangan, apa yang paling kalian takuti dan paling bikin frustasi?”, ada salah satu pemain yang menjawab dengan banyolan yang lalu disambut dengan grr oleh seluruh team yang ada. Setelah hening cukup lamaa karena si pelatih – Gene memasang tampang serius untuk pertanyaan itu, lalu Keanu menjawab,”Pasir hisap – Quick sand. Para pemain pro sangat takut kalau mengalami kondisi pasir hisap, bagaimana pun anda berusaha, dan memperjuangkan permainan di lapangan, tapi anda akan merasa ada sesuatu yang salah dan terus melakukan kesalahan, dan lagi, dan lagi, sampai akhirnya anda tenggelam dan habislah sudah” Saya tidak ingat ujaran si Keanu dalam film yang dibuat tahun 2000 itu, namun saya ingin mengambil analogi yang sama akan halnya pengambilan keputusan yang dilakukan dalam keadaan panik itu, sama dengan kondisi terjebak di pasir hisap.
Untuk bisa lepas dari pasir hisap, hal terbaik yang anda butuhkan adalah TENANG dan kedua adalah uluran tangan dari orang lain yang punya kekuatan untuk menarik anda keluar dari pasir hisap itu.
Tenang itu sangat mudah untuk diucapkan, namun dalam kenyataannya untuk benar-benar bisa tenang itu sering sekali merupakan hal yang sangat tidak mudah. Untuk bisa tenang dalam menghadapi pasir hisap itu paling tidak anda butuh keyakinan bahwa penyelamat anda akan dating pada waktunya dan kedua anda mesti punya keberanian yang cukup untuk bisa menghadapi keadaan terburuk (kalau mau dikatakan demikian) bahwa semua orang pada akhirnya akan mengalami kematian, hanya lalu soal waktu saja, dan lalu anda mesti punya segumpal harga diri untuk bisa menghadapi kematian dengan gagah dan TENANG, hehehe. Mati pun mesti tenang, dan toh belum mati kok, masih bisa berjuang. Jadi, untuk menjadi tenang, anda butuh semua informasi yang ada ;baik-buruk dan terburuk, dan lalu anda mestilah menyiapkan keberanian anda untuk menerimanya semua.
Mari kita lihat untuk halnya perusahaan.
Bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki team management yang tangguh, ketenangan ini bisa diraih dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan untuk bisa tenang, mutlak dibutuhkan informasi yang lengkap akan keadaan internal perusahaan, seberapa parah, di bagian mana yang parah, mana yang bisa diselamatkan dan yang mana yang tidak. Lalu pilihan apa yang ada, dan kemudian tindakan verfikasi atau penelaahan ulang semua informasi dan laporan yang ada, dan sering sekali perusahaan ini telah meminta uluran tangan dari konsultan luar, sebelum masalahnya terlanjur menjadi parah alias masih bisa diselamatkan.
Pada banyak perusahaan lain, untuk bisa memperoleh ketenangan dan mengetahui keadaan internal perusahaan sudah merupakan masalah tersendiri, kenapa, karena sangat mungkin system informasi management yang ada tidaklah memadai atau tidaklah menunjukkan kondisi sebenarnya, atau yang paling sering terjadi adalah informasi yang ada masih tersebar di mana-mana alias masih berupa data yang bertebaran.
Untuk perusahaan yang terakhir ini, tindakan pertama yang mesti dilakukan tentu adalah untuk mengumpulkan ceceran informasi tersebut, menelaahnya dan lalu mencoba menggabungkannya menjadi suatu laporan yang lengkap, tentu, dibutuhkan upaya yang akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, namun tentu masih lebih baik bekerja sedikit lebih keras dari pada tidak berbuat apa-apa sama sekali.
Dalam perusahaan yang memiliki team managemen yan tangguh, mutlak dibutuhkan system informasi tansi yang baik dan koordinasi yang minimal cukup baik, sehingga semua informasi yang dibutuhkan bisa terjalin dengan sebagaimana mestinya dan lalu fungsi-fungsi analisa internal bisa berjalan dengan baik. Untuk perusahaan yang sebaliknya atau yang setengah-setengah, tentu sebaliknya juga bisa ditemukan terputusnya koordinasi antar fungsi-departemen di sana-sini, dan disinilah suatu indikasi adanya kelemahan dari kerangka perusahaan tersebut, entah itu dari sisi kemampuan manajerial pimpinannya, kemampuan meletakkan orang dengan tepat, ketertiban administrasi di perusahaan dan banyak lagi parameter atau tolak ukur ideal yang bisa anda temukan di buku-buku managemen dan system informasi yang cukup banyak bisa anda temukan di took-toko buku. Singkatnya anda tentu bertanya, lalu mau mulai dari mana?
Nah, untuk menjawab itu tidak mudah memang, tapi mulailah dari catatan pembukuan anda, berdiskusilah dengan Manager Akuntansi anda, kalau anda punya Analis keuangan atau – Financial analyst, berarti perusahaan anda semestinya sudah punya informasi yang cukup lengkap mengenai kondisi internal anda, tinggal lalu, perlu menelaah kembali informasi itu dan melihatnya dari sisi yang lebih strategis-taktis dan mencoba mencari jawabannya dan melanjutkan penelusuran akan apa yang perlu dilakukan. Kalau anda tidak punya dan tidak tahu juga mesti bagaimana, anda tentu perlu minta tolong konsultan yang tepat untuk itu.
Di dunia konsultan, posisi yang mirip dengan dokter bagi manusia; yang akan melakukan cek up atau pemeriksaan kondisi pasien, dan lalu menuliskan resep obat untuk mengobati sakit si pasien dan sudah barang tentu, kesembuhan dari penyakit si pasien itu akan sangat tergantung pada ketersediaan obat, kedisiplinan minum obat dan lalu factor eksternal lainnya, semacam asupan gizi makanan, istirahat yang cukup dll, dan di dunia korporasi, dokter perusahaan ini bisa berupa Penasihat perusahaan atau Corporate advisory.
Konsultan ini akan mencoba menganalisa, mendiagnosa penyakit perusahaan dan lalu memberikan rekomendasi resep untuk penyakit yang ada. Resep itu biasanya berupa tindakan dan perubahan-perubahan internal yang perlu dilakukan, lalu disiplin yang mesti diterapkan dan terutama adalah control ketat atas semua aktivitas perusahaan untuk memastikan semua resep yang telah diajukan bisa berjalan dengan baik.
Kadang kala resep itu bisa juga berupa perlunya bantuan ahli spesialis – semacam internis atau ahli ginjal/jantung/paru-paru dalam misalnya untuk tubuh- untuk perusahaan spesialis marketing misalnya, atau ahli teknik yang bisa membantu meningkatkan effisiensi produksi pabrik.
Ahli-ahli semacam itu bisa saja dikontak langsung oleh perusahaan, namun sering sekali dalam praktek, pemakaian tenaga ahli itu terlalu berlebihan, sehingga menghabiskan sumberdaya perusahaan terlalu banyak, dan dengan pendampingan oleh Penasihat Perusahaan, pemanfaatan tenaga ahli itu bisa dilihat lebih objektif dan dilakukan hanya bilamana perlu.
Jika dibutuhkan transfusi darah atau pencarian dana segar, dengan telah didampingi oleh Penasihat perusahaan ini, proses pencarian darah segar itu biasanya akan lebih mudah dan lancer dilakukan, pertama karena umumnya Penasihat perusahaan itu memiliki jaringan penyandang dana atau bank darah yang luas dan kedua prosedur yang mesti dipenuhi dalam rangka untuk memperoleh darah segar itu telah dipersiapkan oleh si Penasihat perusahaan dalam resep yang dituliskannya.
Saya menemukan bahwa ada beberapa perusahaan yang melakukan sendiri proses penyembuhannya dengan menarik orang-orang yang ahli dalam proses pengobatan perusahaan ini baik dari perusahaan Penasihat perusahaan atau pun dari organisasi-organisasi yang dekat dengan dunia konsultasi keuangan, pendanaan dan semacamnya. Menurut hemat saya upaya ini bisa dilakukan dengan catatan orang tersebut mestilah diberi ruang gerak dan wewenang yang cukup luas dan dapat berinteraksi dengan pimpinan perusahaan yang mestilah memiliki keterbukaan yang cukup dan keberanian yang sepadan untuk mau menerima kenyataan akan kondisi internal perusahaan. Sama halnya dengan seorang pasien yang mendapatkan dirinya menderita semacam penyakit yang sangat berbahaya-misalnya, akan sangat tidak mudah bagi si pasien untuk menerima kenyataan itu dan lalu bagaimana mungkin proses penyembuhannya bisa dilakukan, yang ada lalu waktu yang ada habis entah untuk mencari-cari kambing hitam, atau untuk berdebat akan kebenaran dari diagnosa dokter yang direkrut itu. Umum terjadi bahwa ketika seseorang direktur menjadi bagian dari internal perusahaan, keberaniannya untuk mengungkapkan fakta telah hilang setengahnya dan sisanya akan menguap dengan berjalannya waktu dan fakta-fakta yang dia temukan akan tingkat keterbukaan Top management akan kritik dan saran.
Demikian share kali ini dan bagi yang butuh informasi lebih lanjut bisa mengontak saya di email ini.
261008