Feed on
Posts
comments

Kembang di ujung tebing

Kembang di pinggir jurang

Terbawa angina senja

Terduduk di ujung tebing

Akankah bisa terselamatkan

Akupun tak tahu

 

Benarkah

Dia berduri

Ku tak percaya

 

Harumnya memabukkan sang kumbang bodoh

Itu….

Mungkin..

Yang lalu menumpahkan durinya

Tanpa arah….

 

Duhai kembang di ujung tebing

Semoga dikau terselamatkan

Doaku untukmu dari jauh…..

Away…

 

Away…

 

Its time now

And I am leaving all behind

Not like the guy who sang to all his lovers in the world

I  would not sing anything, just remind in silent as I am tired

 

I am closing all the curtain, closing all books and windows

I am sitting here lonely with my hearth

 

Curing my wounds

Curing my hearth and my soul

 

Sorry is the word I can say

Sorry that I can no longer open my hearth

Till its recover from a long pain from the past and before time

 

Nothing wrong in others

Its just I want to have time with me and my self

 

To see how long will it take to heal my self

And to uncover deep down beneath

 

Till then, I am out of sight

No signal, blank spot

 

Just away

Alone..

 

Cheers

 

181108

Find joy in their life.

Running from reality is a common effort that happens among us, I do that, you may do that quite often and so it is part of our life. We may want to run from the reality simply because it is far too different than what we imagine our life should be or from what we want.

                             

At some point in time, some may realized that they can not run from those reality and learn to accept it the way it is and began to see and found the good of it and even mastering those and get along very well with it, so to say, be the best ….

 

Funny that if that stage is achieved, than one can find joy in their life and get along well with whatever they have in their life and utilized it in an appropriate manner…..  and find joy in their life.

 

is it time to find yours? ;) You got to answer that by your self

 

041108

Quick sand

Melanjutkan tulisan saya yang berjudul ,” Blom tau juga? Ya, tanya dong!!!!”, dan ternyata sampai hari ini yang bertanya baru satu orang, itu pun setelah ditelusuri lebih lanjut, ybs adalah professional muda yang mungkin pengalamannya masih terbatas di dunia bisnis dan pekerjaan sehingga yang ditanya pun sesungguhnya bisa dijawab kalau ybs itu mau mencari tahu dengan membaca lebih lanjut, namun, ya, tetap patut dihargai perhatiannya dan keinginannya yang bertanya dari pada lalu pura-pura tahu dengan berdiam diri dan lalu tetaplah tidak tahu, atau, memang benar-benar tahu?? Semoga benar-benar tahu.

 

Bagi anda yang menyebut diri professional atau pekerja, maupun pelaku bisnis, informasi yang sangat hangat belakangan ini adalah soal bursa saham, pasar uang – valuta asing, tingkat suku bunga pinjaman dan pencarian pinjaman atau sumber modal lainnya, yang tentu semua tahu kalau keadaannya sangat tidak bisa diprediksi alias sedang mengalami El Nino dan kadang Katrina.

 

Salah satu tindakan yang diambil oleh banyak ornag saat ini adalah menunggu, dan banyak pula yang lalu panik dan melakukan terjun bebas alias “bunuh diri” dalam bentuk tindakan-tindakan drastis, entah itu menutup divisi usaha yang dianggap merugikan, mengurangi jumlah karyawan atau menunda investasi. Ini terutama terjadi pada perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor dan terutama sekali yang melakukan ekspansi usahanya dengan sumber modal-pendanaan- pinjaman, baik itu dari bank, obligasi ataupun dari penjualan sahamnya di bursa.

 

Tindakan panik itu sebetulnya tidak perlu dilakukan, kenapa, karena pengambilan keputusan dalam keadaan panik hamper tidak pernah alias jarang sekali menghasilkan keputusan yang benar dan baik. Dalam keadaan panik, yang sering terjadi justru adalah keputusan yang diambil salah, dan malah akan menjadikan keadaan makin memburuk.

 

Saya jadi ingat salah satu filmnya Keanu Reeves berjudul “The Replacements” di mana dia bermain dengan Gene Hackman dalam film itu yang berkisah tentang pemain American football kelas dua yang mesti menggantikan pemain utamanya karena satu dan lain hal (saya agak lupa detailnya), dan dalam salah satu adegannya sebelum pertandingan penentuan bagi teamnya Keanu, Gene bertanya (kira-kira begini),”Dalam permainan di lapangan, apa yang paling kalian takuti dan paling bikin frustasi?”, ada salah satu pemain yang menjawab dengan banyolan yang lalu disambut dengan grr oleh seluruh team yang ada. Setelah hening cukup lamaa karena si pelatih – Gene memasang tampang serius untuk pertanyaan itu, lalu Keanu menjawab,”Pasir hisap – Quick sand. Para pemain pro sangat takut kalau mengalami kondisi pasir hisap, bagaimana pun anda berusaha, dan memperjuangkan permainan di lapangan, tapi anda akan merasa ada sesuatu yang salah dan terus melakukan kesalahan, dan lagi, dan lagi, sampai akhirnya anda tenggelam dan habislah sudah” Saya tidak ingat ujaran si Keanu dalam film yang dibuat tahun 2000 itu, namun saya ingin mengambil analogi yang sama akan halnya pengambilan keputusan yang dilakukan dalam keadaan panik itu, sama dengan kondisi terjebak di pasir hisap.

 

Untuk bisa lepas dari pasir hisap, hal terbaik yang anda butuhkan adalah TENANG dan kedua adalah uluran tangan dari orang lain yang punya kekuatan untuk menarik anda keluar dari pasir hisap itu.

 

Tenang itu sangat mudah untuk diucapkan, namun dalam kenyataannya untuk benar-benar bisa tenang itu sering sekali merupakan hal yang sangat tidak mudah. Untuk bisa tenang dalam menghadapi pasir hisap itu paling tidak anda butuh keyakinan bahwa penyelamat anda akan dating pada waktunya dan kedua anda mesti punya keberanian yang cukup untuk bisa menghadapi keadaan terburuk (kalau mau dikatakan demikian) bahwa semua orang pada akhirnya akan mengalami kematian, hanya lalu soal waktu saja, dan lalu anda mesti punya segumpal harga diri untuk bisa menghadapi kematian dengan gagah dan TENANG, hehehe. Mati pun mesti tenang, dan toh belum mati kok, masih bisa berjuang. Jadi, untuk menjadi tenang, anda butuh semua informasi yang ada ;baik-buruk dan terburuk, dan lalu anda mestilah menyiapkan keberanian anda untuk menerimanya semua.

 

Mari kita lihat untuk halnya perusahaan.

 

Bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki team management yang tangguh, ketenangan ini bisa diraih dengan waktu yang tidak terlalu lama, dan untuk bisa tenang, mutlak dibutuhkan informasi yang lengkap akan keadaan internal perusahaan, seberapa parah, di bagian mana yang parah, mana yang bisa diselamatkan dan yang mana yang tidak. Lalu pilihan apa yang ada, dan kemudian tindakan verfikasi atau penelaahan ulang semua informasi dan laporan yang ada, dan sering sekali perusahaan ini telah meminta uluran tangan dari konsultan luar, sebelum masalahnya terlanjur menjadi parah alias masih bisa diselamatkan.

 

Pada banyak perusahaan lain, untuk bisa memperoleh ketenangan dan mengetahui keadaan internal perusahaan sudah merupakan masalah tersendiri, kenapa, karena sangat mungkin system informasi management yang ada tidaklah memadai atau tidaklah menunjukkan kondisi sebenarnya, atau yang paling sering terjadi adalah informasi yang ada masih tersebar di mana-mana alias masih berupa data yang bertebaran.

 

Untuk perusahaan yang terakhir ini, tindakan pertama yang mesti dilakukan tentu adalah untuk mengumpulkan ceceran informasi tersebut, menelaahnya dan lalu mencoba menggabungkannya menjadi suatu laporan yang lengkap, tentu, dibutuhkan upaya yang akan memakan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, namun tentu masih lebih baik bekerja sedikit lebih keras dari pada tidak berbuat apa-apa sama sekali.

 

Dalam perusahaan yang memiliki team managemen yan tangguh, mutlak dibutuhkan system informasi tansi yang baik dan koordinasi yang minimal cukup baik, sehingga semua informasi yang dibutuhkan bisa terjalin dengan sebagaimana mestinya dan lalu fungsi-fungsi analisa internal bisa berjalan dengan baik. Untuk perusahaan yang sebaliknya atau yang setengah-setengah, tentu sebaliknya juga bisa ditemukan terputusnya koordinasi antar fungsi-departemen di sana-sini, dan disinilah suatu indikasi adanya kelemahan dari kerangka perusahaan tersebut, entah itu dari sisi kemampuan manajerial pimpinannya, kemampuan meletakkan orang dengan tepat, ketertiban administrasi di perusahaan dan banyak lagi parameter atau tolak ukur ideal yang bisa anda temukan di buku-buku managemen dan system informasi yang cukup banyak bisa anda temukan di took-toko buku. Singkatnya anda tentu bertanya, lalu mau mulai dari mana?

 

Nah, untuk menjawab itu tidak mudah memang, tapi mulailah dari catatan pembukuan anda, berdiskusilah dengan Manager Akuntansi anda, kalau anda punya Analis keuangan atau – Financial analyst, berarti perusahaan anda semestinya sudah punya informasi yang cukup lengkap mengenai kondisi internal anda, tinggal lalu, perlu menelaah kembali informasi itu dan melihatnya dari sisi yang lebih strategis-taktis dan mencoba mencari jawabannya dan melanjutkan penelusuran akan apa yang perlu dilakukan. Kalau anda tidak punya dan tidak tahu juga mesti bagaimana, anda tentu perlu minta tolong konsultan yang tepat untuk itu.

 

Di dunia konsultan, posisi yang mirip dengan dokter bagi manusia; yang akan melakukan cek up atau pemeriksaan kondisi pasien, dan lalu menuliskan resep obat untuk mengobati sakit si pasien dan sudah barang tentu, kesembuhan dari penyakit si pasien itu akan sangat tergantung pada ketersediaan obat, kedisiplinan minum obat dan lalu factor eksternal lainnya, semacam asupan gizi makanan, istirahat yang cukup dll, dan di dunia korporasi, dokter perusahaan ini bisa berupa Penasihat perusahaan atau Corporate advisory.

 

Konsultan ini akan mencoba menganalisa, mendiagnosa penyakit perusahaan dan lalu memberikan rekomendasi resep untuk penyakit yang ada. Resep itu biasanya berupa tindakan dan perubahan-perubahan internal yang perlu dilakukan, lalu disiplin yang mesti diterapkan dan terutama adalah control ketat atas semua aktivitas perusahaan untuk memastikan semua resep yang telah diajukan bisa berjalan dengan baik.

 

Kadang kala resep itu bisa juga berupa perlunya bantuan ahli spesialis – semacam internis atau ahli ginjal/jantung/paru-paru dalam misalnya untuk tubuh- untuk perusahaan spesialis marketing misalnya, atau ahli teknik yang bisa membantu meningkatkan effisiensi produksi pabrik.

 

Ahli-ahli semacam itu bisa saja dikontak langsung oleh perusahaan, namun sering sekali dalam praktek, pemakaian tenaga ahli itu terlalu berlebihan, sehingga menghabiskan sumberdaya perusahaan terlalu banyak, dan dengan pendampingan oleh Penasihat Perusahaan, pemanfaatan tenaga ahli itu bisa dilihat lebih objektif dan dilakukan hanya bilamana perlu.

 

Jika dibutuhkan transfusi darah atau pencarian dana segar, dengan telah didampingi oleh Penasihat perusahaan ini, proses pencarian darah segar itu biasanya akan lebih mudah dan lancer dilakukan, pertama karena umumnya Penasihat perusahaan itu memiliki jaringan penyandang dana atau bank darah yang luas dan kedua prosedur yang mesti dipenuhi dalam rangka untuk memperoleh darah segar itu telah dipersiapkan oleh si Penasihat perusahaan dalam resep yang dituliskannya.

 

Saya menemukan bahwa ada beberapa perusahaan yang melakukan sendiri proses penyembuhannya dengan menarik orang-orang yang ahli dalam proses pengobatan perusahaan ini baik dari perusahaan Penasihat perusahaan atau pun dari organisasi-organisasi yang dekat dengan dunia konsultasi keuangan, pendanaan dan semacamnya. Menurut hemat saya upaya ini bisa dilakukan dengan catatan orang tersebut mestilah diberi ruang gerak dan wewenang yang cukup luas dan dapat berinteraksi dengan pimpinan perusahaan yang mestilah memiliki keterbukaan yang cukup dan keberanian yang sepadan untuk mau menerima kenyataan akan kondisi internal perusahaan. Sama halnya dengan seorang pasien yang mendapatkan dirinya menderita semacam penyakit yang sangat berbahaya-misalnya, akan sangat tidak mudah bagi si pasien untuk menerima kenyataan itu dan lalu bagaimana mungkin proses penyembuhannya bisa dilakukan, yang ada lalu waktu  yang ada habis entah untuk mencari-cari kambing hitam, atau untuk berdebat akan kebenaran dari diagnosa dokter yang direkrut itu. Umum terjadi bahwa ketika seseorang direktur menjadi bagian dari internal perusahaan, keberaniannya untuk mengungkapkan fakta telah hilang setengahnya dan sisanya akan menguap dengan berjalannya waktu dan fakta-fakta yang dia temukan akan tingkat keterbukaan Top management akan kritik dan saran.

 

Demikian share kali ini dan bagi yang butuh informasi lebih lanjut bisa mengontak saya di email ini.

 

261008

Blom tau juga? Ya, tanya dong!!!!

Sungguh tidak mudah untuk menerima dan lalu mau mengakui kekurangan-kekurangan diri kita dn orang-orang yang kita kasihi dan hormati. Rasa saying, hormat dan kasih kita, seringkali menjadikan kita itu langsung membentuk benteng diri setinggi-tingginya dan memproteksi diri kita atau orang-orang yang kita sayangi, hormati itu dengan sengit, padahal, kalau kita mau menahan diri sejenak, membuka diri, mendengarkan, sangat mungkin, apa yang ingin disampaikan oleh orang lain itu justru adalah solusi, obat bagi sakit atas diri kita dan orang-orang yang kita sayangi, kasihi, dan hormati itu.

 

Satu contoh sederhana saja, misalnya pengobatan dengan tusuk jarum atau akupuntur. Anda yang mengetahui kemanjuran metode pengobatan ini mungkin akan geli kalau saya mengatakan bahwa ada orang yang melarang orang yang dia kasihi,hormati atau menolak dirinya untuk diterapi dengan pengobatan ini. Yaa, bayangkan saja, jarum ditusuk-tusukkan ke tubuh anda, salah sedikit fatal, dan biar pun sedikit, rasa sakitnya tetap ada… namun ditangan para ahli metode tusuk jarum ini, lebih banyak sembuhnya dari pada celakanya, tentu mengingat itu sudah selayaknya kalau lalu tidak ada salahnya kita mau mengikuti terapi pengobatan tusuk jarum ini kepada ahlinya.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, analogi semacam itu tentu banyak kita temukan, kita alami dan dan amati. Mulai dari permasalahan yang menyangkut diri seseorang, baik itu dari segi kehidupan pribadinya ataupun karir atau profesinya sampai penyakit organisasi, baik itu organisasi perusahaan maupun organiasi yang lebih besar.

 

Sering sekali seseorang atau suatu organisasi butuh waktu yang begitu lama untuk bisa menerima kenyataan dan lalu mau membuka diri dan menerima pengobatan atas penyakit atau permasalahan yang dialaminya. Sedemikian lamanya waktu yang dibutuhkan itu, sehingga kerusakan internal yang terjadi itu sudah terlanjur berkembang jauh dan bisa jadi cukup parah, yang semestinya kalau ini disadari lebih awal dan terapi nya dilakukan lebih awal, tidaklah perlu sampai sedemikian jauh kerusakan yang terjadi. Ibarat kanker atau penyakit akut lainnya, sudah terlanjur memasuki stadium tiga atau empat alias sudah hamper ko it.

 

Jadi, sebelum terlanjut ko it, segeralah mencari solusinya. Kalau untuk pribadi, tentu kita bisa mencari dokter pribadi, guru spiritual yang sejati, lalu untuk perusahaan, untuk organisasi, tentulah anda mesti menemukan dokter yang sesuai juga, guru spiritual perusahaan yang sesuai juga. Harap diingat, dokter perusahaan itu bukan yang bergelar dokter ato doctor loh hehehe itu untuk klinik perusahaan atau perusahaan farmasi yang mempekerjakan tenaga ahli dokter, tetapi cari penasehat perusahaan, strategi manajemen, strategi bisnis, …… Blom tau juga? Ya, tanya dong!!!!

 

201008

Biarkan melati menjawab…

Kasih, cinta

Intim, indah

Putih, cinta

Hmm, …

Bening, putih

Laser, focus

Pagiku yang kesiangan

Cintaku yang terpecah

Kurangkai jadi satu, Kate Voegele, It’s only life, Don’t look away…

Terbuai, nada, visualisasi terpapar …..

Kata-kata samar terpapar, ….

Mestikah?

Ya biarkan melati menjawab….

Tebar, pesona, tidur

before sun rise

before sun rise

Hormat, salam, sejahtera

Buka kantongmu, hatimu

Bangkit, bangkit
Alami, natural
Bergerak, bergerak
Sembuh, dukun

Indera, prasta, alengka
Bagong, tjepot, togog

Indera
enam
tujuh
delapan
duabelas? hehehe
Ngawur

Positif, malaikat , ilahi

Sadar, obat medis? non a?

0856 789 12345

Gratis, nyumbang
ikhlas
Mbayar toh.

Damai, kebenaran
Sejati?
Bayar?
Ndak
nyumbang
Kemampuan
Tidur
Tidur, tidur, tidur…….

Tebar
Pesona
Tidur

Tebar, pesona, tidur

So move on….

Open up your eyes, you can see…

Open up your ears, you can also see…

Open up your hearth, you will see everything….

 

Careful when you can see everything

As it can show you dirt and gold at the same time

Need you to see through and get to know the basic

Principle of presence and appearance

Than you will get it and allow to see all

Only than, you will not need to worry

That your hearth will wind up wrongly

As you have know the core and stay within

 

If have you not, than keep on moving

Washing those everyday and keep on trying

Through wear and tears of life

Cry and dry of happiness

Than you will get there

It’s just a matter of time

Counting since you put your mind on it

Rest your hearth on it

So move on….

 

….

MSDM040808

Dalam menentukan pemilihan atas seorang kandidat senior manager atau di atasnya, pada umumnya faktor usia merupakan salah satu komponen yang sangat diperhatikan oleh banyak perusahaan dan tentunya hal ini tentu bukannya tidak berdasar. Bagi seseorang untuk menjadi matang dan memahami berbagai hal dalam hidup ini, tentu waktu yang dibutuhkan tidaklah sedikit bahkan cukup banyak juga yang sampai berumur 50 - 60 an tahun pun, kematangan pribadi itu belum sepenuhnya terbentuk dengan baik.

Untuk menjadi matang, seseorang memerlukan sarana yang tepat dan juga mentor atau pelatih yang baik. Sarana itu kalau diibaratkan sebagai jalan bagi seseorang untuk bisa menglaami peristiwa-peristwa yang menjadikannya paham akan proses aksi-reaksi, proses penyelesaian masalah dan juga dinamika dari masalah-masalah yang muncul dalam keseharian dan kalau mau diibaratkan dengan pematangan seorang pilot pesawat, maka sarana yang baik bagi seorang pilot pesawat itu  bukanlah masalah jam terbang saja, tapi jalur atau tujuan penerbangan yang dia layani lebih menentukan kematangannya sebagai seorang pilot. Coba anda bayangkan, seorang pilot yang melayani rute Jakarta, Medan, Singapore, Bangkok, Hanoi, Hongkong, lalu balik ke Bangkok, Singapore, Medan, Jakarta, Bali, Australia, Bali dan kembali ke Jakarta lagi, bandingkan dengan pilot yang melayani rute, Jakarta, Pekan Baru, Medan, Pangkal Pinang, Jakarta. Katakan kedua pilot itu sama-sama melayani rute itu

selama lima tahun, lebih matang yang mana? Atau misalkan saja pilot yang kedua melayani rute itu selama lima tahun lebih lama dari pada pilot yang pertama - sepuluh tahun, misalnya, lebih matang yang mana?

Nah, dalam pemilihan kandidat manager senior dalam perusahaan, seringkali faktor-faktor  semacam rute yang ditempuh, masalah-masalah yang telah pernah diselesaikan dan kemampuan seorang kandidat itu dalam menganalisa masalah tidak sepenuhnya bisa diteaalh dengan baik dan benar oleh para praktisi sumber daya manusia, tentu, dibutuhkan kejelian yang baik dan pengalaman yang memadai juga, serta kejernihan dalam menilai dari seorang pakar sumberdaya manusia dalam melihat hal ini, dan biasanya pakar-pakar semacam ini dimiliki oleh perusahaan yang sukses atau dalam perjalanan menuju sukses? …

akan dilanjutkan pada seri management sumberdaya manusia lainnya.

White Christmas

Many people love to experiance white Christmas and even some of the people from tropical and subtropical country are trying to have the experiance the white christmas by going to the country where there is snow and eventually there potentially be a white Christmas… Whitecrhistmass

Some years ago, i wrote a pray poem on a white orchids picture and i put it here, just to share it with you, hopefully we all experiance the joy, holy and happiness of the spirit of Christmas despite the differences of our religions and the fact that i am also not a Christian, nor catholic… i am just a traveller on his journey….

cheers

Older Posts »